MAN Lamongan Gelar Diklat Kebersihan
Posting : 17 Febuari 2017 09:18:20 Oleh : M. Zamroni, S. Kom

Kab. Lamongan (MAN Lamongan) - Civitas akademika MAN Lamongan terus berbenah diri. Tak hanya bidang kurikulum yang dibenahi dengan menggelar diklat untuk mengevaluasi dan mereview kurikulum, tetapi juga bidang kebersihan. Hari ini, MAN Lamongan menggelar diklat kebersihan (cleaning service) dengan menghadirkan Ketua Asoosiasi Housekeeping Hospital Muttaqun yang punya jam terbang tinggi ke sejumlah negara.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk meniru lingkungan hotel dan rumah sakit yang bisa selalu bersih setiap harinya. Diharapkan, dengan pelatihan ini kondisi lingkungan MAN Lamongan benar-benar bisa bersih, mulai dari halaman madrasah, lantai, hingga kamar mandinya."Terus terang, kegiatan ini sengaja kita gelar untuk meningkatkan keterampilan tenaga yang kita miliki atas tugas-tugasnya," kata Kepala MAN Lamongan Akhmad Najikh di sela-sela acara, Sabtu (11/2).

Dalam kegiatan ini, bukan hanya tenaga kebersihan dan karyawan yang diikutkan, tapi semua jajaran pimpinan, termasuk Kepala MAN Lamongan Akhmad Najikh. Ikut juga dalam kegiatan itu Waka Kurikulum Nur Endah Mahmudah, Waka Sarana Purnomo, Waka Humas Elli Tri Puspita, Kepala Penjamin Mutu Yullatifa, dan jajaran pimpinan lainnya.

Pelibatan semua jajaran pimpinan ini dilakukan karena masalah kebersihan madrasah sangat erat kaitannya dengan masalah kebijakan. Sementara pemilik kebijakan adalah pimpinan.Jadi, diharapkan bawahan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan pimpinan juga memberi arahan, sehingga terjadi komunikasi dengan baik. Dan tidak saling menyalahkan, yang ujung-ujungnya justru membuat kondisi dan lingkungan madrasah jadi makin amburadul.

Kepala Penjamin Mutu MAN Lamongan Yullatifa menambahkan bahwa lingkungan MAN Lamongan sebenarnya sudah baik. Bila tidak baik, tidak mungkin MAN Lamongan mendapat penghargaan adiwiyata nasional. Namun, pihaknya ingin kondisi dan lingkungan madrasah bisa menjadi lebih baik lagi, sehingga benar-benar nyaman dan mendukung proses belajar mengajar bagi anak didik dan guru.

Tak hanya anak didik, lanjut dia, setiap tamu yang datang ke madrasah juga merasa nyaman karena melihat wajah madrasah selalu bersih, mulai dari halaman madrasah, masjid, kantin, hingga toiletnya. Madrasah, kata dia, sangat terinspirasi dengan kebersihan lingkungan di hotel dan rumah sakit (RS), yang selalu bersih dan tertata. Pihaknya berharap instruktur yang sudah pengalaman itu bisa menularkan ilmu dan pengamalannya pada civitas akademika MAN Lamongan, sehingga pihaknya punya tehnik yang benar untuk bisa mengelolah kebersihan lingkungan madrasah.

"Bapak-bapak pimpinan ingin madrasah bisa tampil seperti itu, terus bersih. Islam sendiri kan mengajarkan kebersihan.Madrasah sebagai lembaga Islam harus punya ciri itu," tutur dia.

Sementara itu, instruktur Muttaqun mengatakan pelibatan pimpinan dalam diklat semacam ini penting. Karena tenaga bawahan bisa tahu arah dan ukuran yang harus dilakukan. "Biar bisa maksimal, pimpinan harus memberi arahan, ukuran, dan standard pekerjaan," tutur Muttaqun. Tak hanya tehnik, kegiatan diklat juga dilakukan dengan menggelar simulasi-simulasi dan permainan. Dari permainan itu semua akhirnya bisa mengetahui poisisi masing-masing dan harus melakukan tugas apa. Dengan demikian, masing-masing tahu posisi dan tugas yang harus dikenrjakan. Salah satu permainannya adalah permainan bola kertas. (roudlon)

 

Tentang Man Lamongan